INDEKS KUALITAS UDARA [BIG-DATA-UNTUK-STATISTIK-SOSIAL]


Data indeks kualitas udara dapat dimanfaatkan untuk mengetahui tingkat polusi yang dapat mengindikasikan adanya kepadatan industri dan transportasi di suatu daerah tertentu. Data mengenai kualitas udara tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk melihat dampak dari fenomena yang terjadi terhadap lingkungan, misalnya adanya dampak pandemi Covid-19 terhadap perubahan tingkat polusi udara pada sebelum masa pandemi, masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga dimulainya masa transisi adaptasi kebiasaan baru di suatu daerah tertentu.

Indeks kualitas udara (AQI) merupakan ukuran untuk menilai tingkat pencemaran udara. Indeks kualitas udara adalah kondisi keadaan polutan dari suatu wilayah yang dihitung berdasarkan pengukuran partikulat (PM2.5 dan PM10), Ozon (O3), Nitrogen Dioksida (NO2), Sulfur Dioksida (SO2) dan emisi Karbon Monoksida (CO). Berdasarkan standar United States Environmental Protection Agency (EPA) skala indeks kualitas udara dibagi kedalam enam kategori yaitu:

Warna AQI

Nilai indeks

Kategori AQI

Deskripsi Kualitas Udara

Hijau

0 – 50

Baik

Kualitas udara memuaskan dan polusi udara menimbulkan sedikit atau tanpa risiko.

Kuning

51 – 100

Moderate

Kualitas udara dapat diterima. Namun, mungkin berisiko bagi sebagian orang, terutama mereka yang sangat sensitif terhadap polusi udara.

Orange

101 – 150

Tidak sehat untuk kelompok sensitive

Kelompok sensitif dapat mengalami efek kesehatan. Masyarakat umum lebih kecil kemungkinannya untuk terpengaruh.

Merah

151 - 200

Tidak sehat

Setiap orang mungkin mulai mengalami efek kesehatan; anggota kelompok sensitif dapat mengalami efek kesehatan yang lebih serius

Ungu

201 – 300

Sangat tidak sehat

Peringatan kesehatan: Risiko efek kesehatan meningkat untuk semua orang.

Maroon

301 - 500

Berbahaya

Peringatan kesehatan kondisi darurat: setiap orang lebih mungkin terkena dampaknya.

Sumber: EPA.gov

Selain itu dikumpulkan juga data cuaca mengenai suhu udara, kelembapan udara, kecepatan angin, dan tekanan udara yang dapat dimanfaatkan untuk melihat perubahan iklm yang terjadi di suatu daerah. Data cuaca dan kualitas udara tersebut dapat dimanfaatkan sebagai data pendukung statistik lingkungan hidup yang dapat disajikan secara cepat dan realtime.

CAKUPAN

Pengumpulan data dilakukan untuk setiap stasiun pengamatan di seluruh wilayah Indonesia. Nilai indeks kualitas udara pada wilayah tertentu baik level provinsi maupun kabupaten/kota merupakan nilai indeks rata-rata pada seluruh stasiun pengamatan yang terletak pada wilayah tersebut. Pengumpulan data sudah mulai dilakukan sejak bulan Januari 2020 namun pengambilan data yang efektif dimulai pada bulan Mei 2020. Nilai indeks kualitas udara yang dikumpulkan merupakan indeks kualitas udara berdasarkan standar United States Environmental Protection Agency (EPA).

METODOLOGI

Pengumpulan data dilakukan dengan mengambil data indeks kualitas udara dan data cuaca dari website IQAir. Proses crawling data dilakukan setiap 3 jam menggunakan tools python dengan package scrapy. Data yang terkumpul kemudian dilakukan preprocessing seperti menggabungkan data hasil scraping harian menjadi satu kesatuan dataframe, matching variabel lokasi dengan master kode wilayah kerja statistik BPS dan melakukan penyesuaian tipe data.

ANALISIS

Semakin tinggi nilai indeks kualitas udara mengindikasikan kualitas udara yang semakin buruk sedangkan semakin rendah nilai indeks kualitas udara mengindikasikan kualitas udara yang semakin baik atau tingkat polutan rendah. Berdasarkan grafik tingkat polusi udara beberapa kota berikut, dapat diketahui bahwa daerah yang mengalami penurunan tingkat polutan atau peningkatan kualitas udara selama masa pandemi adalah Kawasan Bogor dan Surabaya. Sedangkan daerah yang justru mengalami peningkatan tingkat polutan atau penurunan kualitas udara dari bulan Januari hingga April adalah Tangerang Selatan.